lahir di Medan pada 7 Juli 2000.
Darah sepak bola dalam diri Egy mengalir dari sang ayah, Syarifuddin, yang juga merupakan mantan pemain.
Syarifuddin tercatat pernah bermain di klub lokal Medan, PS Tirtanadi, pada 1987.

Pertama langsung masuk SSB dilatih bapak juga karena bapak punya klub. Sebelum SSB, saya latihan di rumah, setelah itu masuk SSB di Medan. Di sana saya mengikuti beberapa kompetisi di Medan," tutur Egy.

Setelah belajar bermain sepak bola di SSB Tasbi dari 2005 hingga 2012, Egy Maulana Vikri kemudian masuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan pada 2013.

"Setelah itu di SKO Ragunan. Di SKO Ragunan itu dulu ada Pak Bagja (Subagja Suihan) dan coach Indra (Sjafri) yang pertama kali membawa saya ke Jakarta," ujar Egy.

Di SKO Ragunan, Egy harus menjalani seleksi dan latihan selama beberapa minggu sebelum akhirnya diterima. Ia masuk SKO Ragunan pada 2013.

2016, Egy sukses membawa Persab Brebes menjadi juara Piala Soeratin. Pada kompetisi usia muda tersebut, Egy dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dan meraih gelar pencetak gol terbanyak

https://www.kompas.com/sports/read/2021/07/01/16400088/perjalanan-karier-egy-maulana-vikri-dari-dilatih-sang-ayah-hingga-bermain