25 Juni adalah hari kelahiran tokoh bersejarah bangsa Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal BJ Habibie.
Beliau adalah Presiden ke-3 RI yang merupakan seorang insinyur penerbangan yang sangat cerdas dan inspiratif. Penyabar, penyayang, dan pejuang.
BJ Habibie diketahui seorang lulusan S1 Keilmuan Teknik Mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (kini ITB) tahun 1954. Sejak di bangku kuliah, BJ Habibie sudah memiliki keinginan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri. Karena itu pula ia selalu tekun belajar, meski pada awalnya sempat merasa pesimistis akan keinginannya tersebut.
BJ Habibie muda akhirnya berhasil mewujudkan cita-citanya kuliah di luar negeri. Ia diterima sebagai salah satu mahasiswa di Universitas Rheinisch-Westflische Technische Hochschule Aachen, Jerman.
Selama menjadi mahasiswa, BJ Habibie dikenal selalu tekun belajar dan mengabdikan dirinya untuk sekolah. Bahkan, ia diketahui hanya tidur selama 4 jam sehari dan menghabiskan sisa waktunya untuk belajar. Baginya, belajar adalah kunci kesuksesan agar kelak mampu mendapat pekerjaan layak untuk membayar jerih payah ibunya yang telah membiayainya sekolah di Jerman
Selama berkuliah di Jerman, Habibie muda selalu ingin negara yang dicintainya bisa bersaing dalam industri dirgantara
akhirnya berhasil membuat sebuah pesawat yang dinamai N-250 Gatotkaca. Ambisi Habibie untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya dengan pesawat akhirnya terwujud.
Selama proses pembuatan pesawat tersebut, Habibie juga banyak mendapatkan penghargaan dari institusi di berbagai negara. Sebut saja Jerman, Malaysia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia.
Pada tahun 1973, Habibie berhasil memperoleh jabatan sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di salah satu Perusahaan Pesawat Jerman (MBB). Di tengah kesuksesannya, Presiden Soeharto memanggilnya untuk pulang ke Tanah Air.
Beberapa kesuksesan yang berhasil ditorehkan BJ Habibie di bidang ekonomi kala menjabat sebagai presiden adalah sebagai berikut:
Memperbaiki kondisi pertumbuhan ekonomi yang kala itu negatif, menjadi positif 0,79 persen di tahun 1999
Kurs Rupiah menguat tajam dari yang semula tercatat mecapai Rp 16.650 di tahun 1998, kemudian dalam 5 bulan berhasil menguat menjadi Rp 7.000 per dollar AS, bahkan sempat mencapai Rp 6.500 sebelum ke Rp 8.000 pada Oktober 1999 saat Habibie lengser
Memisahkan Bank Indonesia sebagai lembaga independen dari pemerintah
Menaikan suku bunga deposito menjadi 60 persen untuk menghentikan aksi penarikan uang besar-besaran dari bank.
ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi di tahun 1998-1999. Kala itu, ia harus menghadapi beragam persoalan ekonomi, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang negatif hingga kurs rupiah yang melemah. Meski beliau seorang Insinyur, namun BJ Habibie tetap mampu menyelesaikan beragam persoalan ekonomi dengan baik.
https://kumparan.com/berita-hari-ini/kisah-sukses-bj-habibie-meniti-karier-hingga-jadi-presiden-ri-1tgFm9QtalC
0 Komentar