Zahid Azmi Ibrahim yang sebelumnya menjalani pendidikan perguruan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) memutuskan untuk mengundurkan diri dan memilih untuk pindah universitas.

Zahid sempat menjalani gap year selama 8 bulan sampai akhirnya menerima beasiswa di sebuah universitas di Jepang yaitu Ritsumeikan Asia Pacific University (APU).

Sebagai konten kreator edukasi, Zahid kerap membagikan ilmu bermanfaat bagi penonton, di antaranya tips belajar bahasa asing, tips berbicara di depan umum, dan cara agar lebih produktif.4

Banyak peminat, kini Zahid memiliki lebih dari 362.000 subscribers di YouTube Channel miliknya.

menjelang tahun baru, Zahid kerap melakukan refleksi terhadap aspek-aspek penting dalam hidupnya seperti pertemanan, pembelajaran, habits, dan sebagainya.

Salah satu poin penting dalam merefleksi diri adalah untuk mengetahui di aspek mana saja kita telah mengalami kegagalan.

Jadi sekarang tuh hal yang dulunya aku anggap kegagalan itu justru aku anggap sebagai kayak titik-titik belajar atau turning point yang mengantarkanku ke posisi yang ternyata jauh lebih cocok dan jauh membuatku lebih happy, lebih pinter, lebih kuat, dan lebih siap,” ujar Zahid.

Selanjutnya, Zahid kemudian mengatakan bahwa dirinya merasa gagal menjadi anak yang baik. Ia lantas menceritakan kenakalan-kenakalan yang dilaku

Terkait dengan ini juga aku gagal dengan hubungan-hubunganku. Aku paling bersyukur mungkin di sini, karena aku sadar lingkungan itu sangat-sangat penting untuk membentuk siapa diri kita. Dengan siapa kita menghabiskan waktu terbanyak sangat penting untuk ngebentuk bagaimana cara kita berpikir, bertindak, pilihan-pilihan apa yang kita buat dan semacamnya. Dan aku rasa juga dengan banyak temen-temenku dan lingkungan atau circle pertemanan yang akhirnya aku lepas atau menyendiri dari mereka, aku rasa akhirnya kita dianterin ke jalan-jalan yang ternyata lebih cocok dengan diri sendiri,” jelas Zahid.kan semasa kecil terhadap kedua orang tuanya, hingga bagaimana sikap orang tuanya yang tetap berkepala dingin setelah mengetahui anaknya melakukan kesalahan.

https://edukasi.okezone.com/amp/2023/02/02/65/2757598/zahid-azmi-ibrahim-anggap-kegagalan-masa-lalu-sebagai-turning-point-ke-posisi-yang-lebih-baik?page=3